Jumat, 03 April 2015

Tutorial Pembuatan Game Flappy Bird menggunakan Unity3D

Salis Uswatun Khasanah/56412794


Tugas Softskill : Pengantar Teknologi Game

Tutorial lengap pembuatan Game Flappy Bird menggunakan Unity3d


Tahap pertama yaitu Set Up project. Dimana set Up Project ini kita akan mengatur keseluruhan asset kita berada seperti  folder Animation, audio, Font, Prefabs, Scene, Script, serta Sprite.
Selanjutnya pilih File - New Project - Kemudian browse


Kemudian buat folder baru yang diberi nama FlappyBird, lalu pilih Select Folder. Karena flappy bird adalah game 2 dimensi, maka  Select folder

karena flappy bird adalah 2d, maka set up default nya yang dipilih 2D. Selanjutnya create:

Setelah di create akan terbuka Unity 3d

Maka selanjutnya akan muncul tampilan seperti berikut:


Pada bagian setup project ini kita mengatur folder apa saja yang ada di project kita. Misalkan project kita ada di folder FlappyBird aset. Jadi yang terdapat pada folder asset ada sprite, audio, script,prefabserta scene. Dimana folder prefab ini merupakan tempat semacam game object yang bias dikerjakan berulang-ulang/reusable.



Setelah itu, kita akan coba atur resolusi pada game kita nantinya. Karena game yang akan kita buat ini  akan diimplementasikan pada android. Maka layout yang kita pakai yaitu portrait dengan ukuran 500 x 800


Selanjutnya kembali ke scene dan kita inputkan set yang akan digunakan. Karena sudah ada maka tinggal di copy saja.
Dicopy pada folder sprite yang telah kita buat sebelumnya.

Pada bagian scene unity akan secara otomatis me refresh apa saja yang tadi telah kita inputkan.

Kita coba masukkan background untuk melihat setting kamera kita. Apakah sudah benar atau belum.


Langsung drag and drop dari bagian hirarki.

Pada bagian scene langsung akan tampil sprites yang kita drag and drop tadi.

Lalu kita cek di game. Game merupakan tapilan output kita nantinya setelah di edit. Jadi misalkan dilihat di game ternyata belum pas. Maka setting  camera yang dirubah dibagian size bias dilihat di inspector bagian dalam camera. Dibagian kamera kita kecilkan hingga pas.

 Jika akan memilih yang lebih pasti lagi, maka bias klik maximize on play, kemudian bisa di play.

Tahap pertama sudah selesai dikerjakan yaitu setup project dan setting scene yang akan digunakan nantinya. Lalu tekan ctrl+s kemudian pada folderscene kita buka dan beri nama MainGame.

Berlanjut ke tahap kedua yaitu menambahkan sprites kedalam scene. Jadi ketika di klik si flappybird ini akan loncat. Kita klik folder sprite dank klik flappy nya. 
Flappy ini masih dalam bentuk sprites dan masih perlu dipotong potong lagi. Dalam unity ada namanya, yang berfungsi untuk slice sprites. Kemudian pada inspector ini ubah pada sprite mode di pilih multiple dank klik sprite editor.

Lalu pada bagian slice pilih automatic slice kemudian muncul kotak sesuai dengan sprite si flap ini.

 Maka akan terpisah menjadi satu persatu.
 

Lalu pilih salah satu dari flappy yang telah di slice tadi kemudian drag and drop. Untuk mengubah posisi flappy ini  maka ubah pada bagian paling kanan, Transform  ubah nilai x serta y nya.

Selanjutnya kita tambahkan komponen physics 2D dimana fungsinya menambahkan rigidbody.

 
Selanjutnya Pilih Add Component  circle collider 2D.

 Seehingga circle collider ini tidak bertumbukan atau bertabrakan dengan collider lain maka kita bias memberikan misal satu score mati. Selanjutnya ubah nilai radius sehingga terlihat lingkaran dengan ukuran diameter yang pas .
  

 Lalu pindah ke menu game, coba play flappy bergerak turun kebawah atau tidak. Jika ya maka tahap tersebut sudah selesai.

Selanjutnya kita berikan perintah dimana ketika di click maka flappy ini akan loncat.
Lalu klik script dan tambahkan fungsi loncat tadi menggunakan script. Pilih script - create - c# script .


Pada pembuatan kali ini kita menggunakan c#
 
Setelah itu kembali ke unity dan coba play game nya, tampilan yang seharusnya adalah flappy nya loncat-loncat.

Lanjut pada tahap ketika dimana kita akan menambahkan rintangan. Rintangan berbentuk pipa. Pipa tersebt akan bergerak terus menerus dari kanan ke kiri dan akan random. Pertama pilih sprite nya terlebih dahulu.

sebelum kita masukkan kita slice, automatic slice play pipa à save play à lalu akan muncul 2 pipa seperti berikut.    



Lalu langsung kita drag and drop ke hirarki, setelah itu atur posisinya. Setelah pipa ditata kedalam scene. Kemudian kita buat game object dimana game object ini berfungsi sebagai parent kedua pipa.

Yang nantinya bisa menggerakan, memberikan random kepada kedua pipa secara bersamaan.
Kemudian kita rename terlebih dahulu 


Kemudian kita pilih kedua pipa yang atas dan bawah kita drag langsung ke pipe, akan muncul seperti berikut: Serta ketika kita ingin menambahkan score kita perlu sebuah game object juga. Ketika melewati diantara pipa, maka poin akan bertambah. Kita menggunakan game object dimana game object ini kosong kita taruh juga pipa seperti tadi pipa seperti diatas dan dibawah.

Kemudian perta berikan rigrid body terlebih dulu ke parent. Kemudian karena kita berikan fungsi gerak, maka is kinematik kita centang. 

Lalu kita buat scriptnya kemudian kita beri nama pipe move tekan enter kita edit di mono develope. Karena pipa bergerak secara x dari kanan ke kiri maka kita berikan script seperti berikut :

Kemudian kita aplikasikan ke parent tadi. Lalu coba mainkan:

dimana pergerakan x ke kiri sebanyak 


Kita panggil rigrid body, kita masukkan fungsi velocity tadi. Kita shift kemudian aplikasikan ke parent tadi. Lalu coba kita mainkan . sudah bergerak tapi cepat. Terlalu cepat. Kita bisa mengubahnya -4 dan y=0. Kita bisa mengurangi di -1 

kemudian kita akan menambahkan fungsi pada pipa yang kita buat tadi dimana fungsinya adalah membuat secara terus menerus pipa berjalan dari kanan kekiri, jadi unlimited. Jadi script yang kita buat nantinya akan membuat pipa secara terus menerus. Yang parent ini kita alih fungsikan menjadi child di folder prefab kita klick kanan lalu: pilih create à prefab à beri nama pipe. Dimana child ini akan difungsikan sebagai child. Kita drag and drop pipe yang ada di hirarki ke pipe yang ada di maka akan berubah warna menjadi biru.





Kemudian untuk menampilkannya cukup menampilkan script juga. Jadi pipe  yang ada di hirarki kita buang . kita klik del lalu create game object dan  beri nama script. Kemudian kita buat script generate nya. 
Kita menggunakan fungsi generate ini tadi kita connect kan .. dimana scriptnya seperti berikut.

Setelah buat generate script drag and drop .. generate. Kemudian pada pipe ada tulisan game object. Game object ini kita beri prefab tadi. Klick drag and drop ke kita save terlebih dahulu, lalu kita coba. mengenerate terus menerus dari kanan kekiri.  Selanjutnya kita akan melanjutkan fungsi collider . jadi masuk ke prefab. Kita kasih komponen fisik 3d . setelah di play:



Selanjutya kita akan menambahkan collider. Lalu kita masuk ke prefab à pipe,pilih pipa yang atas terlebih dulu, pilih pipa polygon.


Selanjutnya kita akan membuat jarak antara atas dan bawah untuk flappy bird mendapatkan score. Untuk membuat script nya kita perlu menambahkan pada pipe dimana kita menggunakan random. Namun sebelumnya buat terlebih dahulu rangenya. Missal 1, kemudian kita buat posisi dari pipa tersebut kita random kan menggunakan sector 3 dimana menggunakan sumbu x, y, z, sumbu x transform position

Kemudian coba play apakah sudah benar benar random:



Selanjutnya kita juga ingin menambahkan apabila bird mengenai pipe maka akan mati. Lalu akan kita buat scriptnya seperti berikut:Apabila mati akan mengulang level kembali 

Coba di play apakah flappy akan mereset/kembali ke level awal apabila tidak berhasil melewati rintangan.Kemudian kita tambahkan alas dari flappy ini. Dimana alasnya dari sprite yang ketiga ini. Peraturannya sama seperti pipa-pipa sebelumnya dimana jika flappy menyentuh alas maka akan mati juga. 
Ubah posisi alas menggunakan tab inspector yang ada di sebelah kanan à transform.

Selanjutnya tambahkan script move juga seperti:


Beri nama floor move. Buka di mono develop, lalu masukkan script berikut:

 Ubah ketentuannya menjadi: 
Kemudian coba di play kembali. Pada tahap ke 4 ini kita akan menambahkan poin score, serta kita akan menambahkan audio ketika poin bertambah.
Pertama masukkan gui text pada scene. Lalu akan tampil tulisan gui text pada game. Caranya seperti:


Selanjutnya untuk mengedit gui text kita masuk ke game, kemudian pada inspector kita ubah namanya menjadi score. Ubah ketentuannya seperi berikut:


Selanjutnya coba di play kembali.Kemudian tambahkan script untuk score,  scritnya seperti berikut:

Untuk membuat score semakin bertambah, maka kita tambahkan script pada birdcontroller

Coba play kembali apakah score bertambah seperti:

Tahap selanjutnya untuk menambahkan script audio. Kita tambahkan dengan meng-drag and drop audio ke sprite flappy. Jadi kita tambahkan component à audio à audio source , lalu kita drag and drop ke audio source:


Selanjutnya pada script bird controller tadi, kita tambahkan perintah:
Kemudian coba play kembali, apakah audio sudah terdengar. Jika sudah, maka game telah selesai dibuat dari beberapa tahap.

Tahapan pembuatan Game telah selesai dibuat.
Referensi:
https://www.youtube.com/watch?v=Hq1FQaK1Z7U (Tutorial pembuatan Game Flappy bird part1)


https://www.youtube.com/watch?v=Y62d5saacrg (Tutorial pembuatan Game Flappy bird part2)


https://www.youtube.com/watch?v=7OvQmSwxWUg (Tutorial pembuatan Game Flappy bird part3)


https://www.youtube.com/watch?v=mxMCZ7R9Nqk (Tutorial pembuatan Game Flappy bird part4)




Selasa, 02 Desember 2014

Cara kerja satellite dibandingkan cara kerja komputer sebagai server dan cara kerja Transmisi-nya



Satelit
      Satelit merupakan sebuah benda diangkasa yang berputar mengikuti rotasi bumi. Satelit dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan keguaananya seperti: satelit cuaca, satelit komonikasi, satelit iptek dan satelit militer.
 
Untuk dapat beroperasi satelit diluncurkan ke orbitnya dengan bantuan roket. Negara -negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis dan belakangan Cina, telah memiliki stasiun untuk melontarkan satelit ke orbitnya.
Posisi satelit pada orbitnya ada tiga macam, yaitu
  • Low Earth Orbit (LEO): 500-2.000 km di atas permukaan bumi.
  • Medium Earth Orbit (MEO): 8.000-20.000 km di atas permukaan bumi.
  • Geosynchronous Orbit (GEO): 35.786 km di atas permukaan bumi.
Seluruh pergerakan satelit dipantau dari bumi atau yang lebih dikenal dengan stasiun pengendali. Cara kerja dari satelit yaitu dengan cara uplink dan downlink. Uplink yaitu transmisi yang dikirim dari bumi ke satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.
Komunikasi satelit pada dasarnya berfungsi sebagai repeater di langit. Satelit juga menggunakan transponders, yaitu sebuah alat untuk memungkinkan terjadinya komunikasi 2 arah.

Umumnya komunikasi satelit menggunakan banyak tranponders. Contohnya Intelsat VIII menggunkan 44 transponders dapat mengakomodir 22.500 telepon sirkuit dan 3 channel TV, pada masa sekarang ini sampai bisa mengakomodir komunikasi di Asia dan Afrika.
Antena satelit sangat penting peranannya dalam jaringan komunikasi satelit. Karena benda yang ini berfungsi sebagai penerima transimisi di setiap kawasan di dunia. Sedangkan satellite spacing (penempatan satelit) digunakan agar dalam melakukan transmisi lebih mudah berdasarkan kawasannya.


Sedangkan power system yang digunakan oleh satelit diperoleh melalui sinar matahari yang diubah ke bentuk listrik yang menggunakan Sel surya (Solar cells). Selain itu, satelit juga dilengkapi dengan sumber tenaga yang berdurasi 12 tahun yang merupakan bahan bakarnya agar dapat beroperasi.

 Cara Kerja Satelit    

 Cara kerja satelit secara sistem konvensional yaitu dengan mengirimkan sinyal dari komputer dan direlay oleh satelit tanpa dilakukan pemrosesan dalam satelit.
Komponen dasar dari transmisi satelit adalah :

1. Satelit Bumi => digunakan untuk mengirim dan menerima data.
2. Satelit (transponder)

Cara Kerja Komputer Sebagai Server

     Komputer server merupakan sebuah komputer yang menyediakan pelayanan atau service tertentu yang berjalan di jaringan, baik jaringan internet ataupun intranet. Komputer server umumnya beroprasi 24 jam non stop.

Cara kerja komputer server sedikit berbeda dengan satelit. komputer server bekerja dengan menyediakan informasi berbentuk sistem database yang kemudian bisa diakses oleh komputer client. Komputer Server hanya menyediakan informasi untuk diakses tanpa bisa menerima informasi dari client. Dibutuhkan kapasitas memory yang sangat besar oleh Server untuk menyimpan data.
Cara Kerja Transmisi Data

Cara kerja transmisi data melalui satelit dengan memperhatikan komponen yaitu satelit menerima sinyal dari satelit bumi (up-link) kemudian memperkuat sinyal, mengubah frekuensi dan mentransmisikan kembali data ke stasiun bumi penerima yang lain (down-link).

Standarisasi Orbit Satelit

Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun.
  • Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500km di atas permukaan bumi.
  • Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000 km.
  • Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.
  • Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.
  • Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000 km.
Orbit berikut adalah orbit khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan satelit:
  • Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°.
  • Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu yang selalu melintas ekuator pada jam lokal yang sama.
  • Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub
  •  
Orbit Stasioner
 LEO (Low Earth Orbit)
 
     Satelit jenis LEO merupakan satelit yang mempunyai ketinggian 320 – 800 km di atas permukaan bumi. Karena orbit mereka yang sangat dekat dengan bumi, satelit LEO harus mempunyai kecepatan yang sangat tinggi supaya tidak terlempar ke atmosfer. Kecepatan edar satelit LEO mencapai 27.359 Km/h untuk mengitari bumi dalam waktu 90 menit. Delay Time LEO sebesar 10 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)

Aplikasi dari satelit jenis LEO ini biasanya dipakai pada sistem Remote Sensing dan Peramalan Cuaca karena jarak mereka dengan permukaan bumi yang tidak terlalu jauh. Pada masa sekarang satelit LEO yang mengorbit digunakan untuk aplikasi komunikasi selular. Karena jarak yang tidak terlalu jauh dan biaya yang murah, satelit LEO sangat banyak diluncurkan untuk berbagai macam aplikasi. Akibatnya bahwa jumlah satelit LEO sudah sangat padat, tercatat sekarang ada 8000 lebih satelit yang mengitari bumi pada orbit LEO. Satelit pada lingkaran low earth orbit ditempakan sekita 161 hingga 483 km dari permukaan bumi. Karena sifatnya yang terlalu dekat dengan permukaan bumi menyebabkan satelit ini akan bergerak sangat cepat untuk mencegah satelit tersebut terlempar keluar dari lintasan orbitnya. Satelit pada orbit ini akan bergerak sekitar 28163 km/jam. Satelit pada orbit ini dapat menyeselaikan satu putaran mengeliling bumi antara 30 menit hingga 1 jam. Satelit pada low orbit hanya dapa terlihat oleh station bumi sekitar 10 menit.

Kelebihan LEO antara lain
  1. Latency atau delay rendah.
  2. Daerah lintang terbesar terdapat pada kutub utara dan selatan.
  3. Path loss kecil.
  4. Mudah diaplikasikan pada frekuensi reuse yang lebih besar.
  5. Pengendalian pada stasiun bumi berdaya kecil.
Kekurangan LEO
  1. Jumlah satelit banyak ( 50-70 satelit).
  2. Tidak efektif untuk cakupan nasional atau regional
  3. Luas cakupan daerah kecil.
  4. Karena kebutuhan jumlah satelit banyak, biaya peluncuran untuk menyebarkan mahal.
  5. Sulit dalam peluncuran dan mengoperasian karena jumlah satelit banyak.
  6. Lifetime orbital jauh lebih pendek daripada GEO dan MEO karena degradasi orbital.
Karakteristik LEO
  • Tinggi orbit: 200 – 3000 km, diatas permukaan bumi
  • Periode Orbit: 1.5 jam
  • Kecepatan putar: 27.000 km/jam
  • Waktu Tampak:
  • Delay Time: 10 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)
  • Jumlah Satelit: 50 (Global Coverage)
  • Penggunaan: Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi bergerak (mobile) contohnya satelit Iridium dan Global Star.
MEO (Medium Earth Orbit)
    Satelit pada orbit ini merupakan satelit yang mempunyai ketinggian di atas 10000 km dengan aplikasi dan jenis yang sama seperti orbit LEO. Namun karena jarak yang sudah cukup jauh jumlah satelit pada orbit MEO tidaklah sebanyak satelit pada orbit LEO. Satelit jenis MEO ini mempunyai delay sebesar 60 – 80 ms. MEO, Medium Earth Orbit Satelit dengan ketinggian orbit menengah dengan ketinggian 9656 km hingga 19312 km dari permukaan bumi. Pada orbit ini satelit dapat terlihat oleh stasiun bumi lebih lama sekitar 2 jam atau lebih. Dan waktu yang diperlukan untuk menyeleseaikan satu putaran mengitari bumi adalah 2 jam hingga 4 jam.
 
Kelebihan MEO, antara lain
  1. Latency atau delay lebih rendah daripada GEO (tetapi lebih besar dari LEO).
  2. Penggunaan frekuensi reuse lebih baik dibanding dengan GEO (tetapi kurang dari LEO)
  3. Sedikit satelit untuk menyebarkan dan mengoperasikan dan lebih murah daripada sistem LEO (tapi lebih mahal dibandingkan dengan GEO).
  4. Lifetime satelit pada orbit MEO lebih lama dari sistem LEO (tetapi kurang dari GEO).
Kekurangan MEO, antar lain
  1. Jumlah satelit yang dibutuhkan lebih banyak dibandingkan GEO.
  2. Karena lebih banyak jumlahya, maka biaya peluncuran lebih mahal daripada GEO.
  3. Antena pengendalinya umumnya lebih mahal dan kompleks.
  4. Cakupan daerah sempit (yaitu: lautan, padang pasir, hutan)
Karakteristik MEO antara lain
  1. Tinggi orbit: sekitar 6.000 – 12.000 km, diatas permukaan bumi
  2. Periode Orbit: 5 – 12 jam
  3. Kecepatan putar: 19.000 km/jam
  4. Waktu Tampak: 2 – 4 jam per hari
  5. Delay Time: 80 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)
  6. Jumlah Satelit: 10 – 12 (Global Coverage)
  7. Penggunaan: Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi bergerak (mobile) misalnya satelit Oddysey dan ICO.

GEO ( Geostationery Earth Orbit)

       Satelit GEO merupakan sebuah satelit yang ditempatkan dalam orbit yang posisinya tetap dengan posisi suatu titik di bumi. Karena mempunyai posisi yang tetap maka waktu edarnyapun sama dengan waktu rotasi bumi. Posisi orbit satelit GEO sejajar dengan garis khatulistiwa atau mempunyai titik lintang nol derajat.

Sebuah orbit geostasioner, atau Geostationary Earth Orbit (GEO), adalah orbit lingkaran yang berada 35.786 km (22.236 mil) di atas ekuator Bumi dan mengikuti arah rotasi bumi. Sebuah objek yang berada pada orbit ini akan memiliki periode orbit sama dengan periode rotasi Bumi, sehingga terlihat tak bergerak, pada posisi tetap di langit, bagi pengamat di bumi. Satelit komunikasi dan satelit cuaca sering diorbitkan pada orbit geostasioner, sehingga antena satelit yang berkomunikasi dengannya tidak harus berpindah untuk melacaknya, tetapi dapat menunjuk secara permanen pada posisi di langit di mana mereka berada. Sebuah orbit geostasioner adalah satu tipe orbit geosynchronous.

Gagasan tentang sebuah satelit geosynchronous untuk tujuan komunikasi pertama kali diterbitkan pada tahun1928 oleh Herman Potocnik. Ide orbit geostasioner pertama kali disebarkan pada skala luas dalam sebuah makalah tahun 1945 berjudul “Extra-Terrestrial Relay – Can Rocket Stations Give Worldwide Radio Coverage?” oleh penulis ilmu pengetahuan fiksi dari Inggris, Arthur C. Clarke, yang diterbitkan di majalah Dunia Wireless. Orbit, yang Clarke gambarkan sebagai orbit yang berguna untuk siaran dan relay komunikasi satelit, kadang-kadang disebut Orbit Clarke. Demikian pula, Sabuk Clarke adalah bagian dari ruang sekitar 35.786 km (22.000 mil) di atas permukaan laut, pada bidang Khatulistiwa, di mana geostasioner orbit dapat diimplementasikan. Orbit Clarke ini sekitar 265.000 km (165.000 mil) panjangnya.

Satelit GEO mempunyai jarak sebesar 35786 Km dari permukaan bumi. Keuntungan satelit orbit GEO ini salah satunya adalah dalam mentracking antena pengendalian dari suatu stasion bumi tidak perlu mengikuti pergerakan satelit karena satelit tersebut sama periodenya dengan rotasi bumi. Bandingkan dengan tracking antena pada satelit LEO yang harus mengikuti pergerakan satelitnya yang tidak sama dengan periode bumi berputar. Kerugian dari satelit orbit GEO adalah karena jarak yang sangat jauh dari permukaan bumi maka daya pancar sinyal haruslah tinggi dan sering terjadi delay yang cukup signifikan. Cakupan satelit GEO pun sebenarnya tidak mencakup semua posisi di permukaan bumi. Lokasi yang berada di kutub utara dan selatan tidak dapat terjangkau dengan menggunakan satelit GEO karena foot printnya yang terbatas.

Kelebihan GEO
  1. Stasiun pengendali tidak harus setiap saat melakukan track terhadap satelit.
  2. Hanya beberapa satelit cukup meng-cover seluruh lapisan bumi.
  3. Maksimal lifetime 15 tahun atau lebih.
Kekurangan GEO
  1. Delai propagasi yang cukup besar, berkisar antara 250 milidetik.
  2. Proses peluncuran satelit mahal karena berada pada orbit yang jauh. Antena penerima pada stasiun bumi harus berdiameter besar agar dapat menangkap sinyal/frekuensi yang dipancarkan.
Karakteristik GEO
  • Tinggi orbit: sekitar 35.800 km, di atas permukaan bumi
  • Periode Orbit: 24 jam
  • Kecepatan putar: 11.000 km/jam,
  • Waktu Tampak: Selalu tampak ( karena kecepatan putar satelit sama dengan kecepatan putar bumi
  • Delay Time: 250 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)
  • Jumlah Satelit: 3 (Global Coverage)
  • Penggunaan: Banyak digunakan oleh satelit untuk sistem telekomunikasi tetap, seperti Palapa, Intelsat, Asiasat, dll.

Daftar  Pustaka:

http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit
http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi
http://kurdapodik.wordpress.com/laporan-pendamping-dinas-kota-kotamobagu/
https://barengrestu.wordpress.com/2014/11/27/
http://iqnpratiwi.wordpress.com/9-cara-kerja-jaringan/
http://elektroedukasi.blogspot.com/2013/01/prinsip-kerja-komunikasi-satelit.html
http://hermawayne.blogspot.com/2009/02/cara-kerja-satelit.html

Selasa, 20 Mei 2014

Analisis dan komparasi dari Implementasi pemeringkatan website

Analisis dan komparasi dari Implementasi Histats mengenai konsep pemeringkatan website pada Universitas Andalas dan Universitas Trisakti


      Ternyata setelah saya telusuri, kedua website resmi dari Universitas tersebut yakni (http://unand.ac.id dan http://trisakti.ac.id ) kedua-duanya tidak menggunakan histats sebagai peringkatan website. Website Universitas Andalas menggunakan Vinora Visitor Counter sebagai widget untuk melihat jumlah pengunjug yang  mengakses situs tersebut. Vinaora Visitors Counter merupakan modul kontra terkenal dan bagus untuk Joomla!. Modul ini berisi jumlah pengunjung situs Anda dengan hari, minggu, bulan. Dan modul ini sekarang digunakan di ribuan situs web.

     Sedangkan untuk universitas Trisakti tidak diketahui menggunakan pemeringkatan website jenis apa, maupun widget yang digunakan untuk melihat statistic jumlah pengunjung yang mengunjungi website tersebut.